Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Debat Satu Arah

"Keluarlah dari Zona Nyaman". Sepenggal kalimat yang tidak asing bagi kaum remaja, amat tenar di beberapa tahun belakangan. Kalimat favorit si remaja pencari jati diri, bahkan telinga pun kagum padanya. Namun realita tak seindah lantunan. Kali ini hati tak sependapat dengan telinga. Nyaman merupakan hal mutlak baginya. Hati hanya paham rasa, telinga hanya paham suara, debat dua bahasa takkan ada makna. Alhasil, akal yang realistis ikut duduk di meja bundar. Kepintarannya sangat diandalkan dalam menentukan mana yang benar mana yang salah. Namun tujuannya kali ini bukanlah soal benar atau salah. Sebab dia malu, jika melawan hati, maka reuni dengan sesal yang akan terjadi. Akal hanya bisa mendengarkan dan memutuskan. Pertama, zona nyaman adalah tempat idealku. Kalau begitu, kapan kita akan maju jika terus-terusan diam di satu zona? Heyy, bahkan terus-terusan diam ditempat yang sama sungguh membuatku tak nyaman. Kau hanya perlu mencarikanku zona nyaman yang baru, tanpa per...