Langsung ke konten utama

Postingan

Ironi

Lini masa tak pernah sepi dengan potret dirimu. Senyummu sangat lebar disana. Kau bahagia seharusnya aku juga, tapi kenapa? Aku yakin karna dia itu, dia yang tak kukenal, dia yang tiba-tiba saja muncul, dia yang tak pernah absen menemani potret senyummu. Aku ingin kau bahagia, tapi kuharap dia menyakitimu . -a.f.

kamu.

Semesta tak serta-merta seisi dunia Lebih besar bahkan bisa lebih kecil Semesta tiap orang tak selalu sama Tak semuanya rumit, ada yang sederhana Contohnya kamu, semestaku. -a.f.

Gemar Mengulang Sakit

Lagi, kau temuiku untuk berkesah Di kesekian kali dirimu patah Aku hanya kau jadikan penceramah Kau dengar tanpa ada sanggah Tapi kau ulangi lagi memerah Hatimu yang mungkin sudah bernanah Kenapa tak dengan aku saja kau berkisah? Biar tak terjadi yang sudah-sudah Secandu itukah? -a.f.

Terima Kasih

Ingin rasanya bertemu lagi Bukan untuk membahas hati Tapi.. Untuk mengucapkan terima kasih Karna dulu telah kau curangi Hingga kini.. Yang kau tinggali Menemukan yang sejati Sekali lagi, terima kasih, ya. -a.f.